Selasa, 11 Februari 2020

Strategi Pemasaran


Jika anda ingin membaca secara offline, anda bisa download materi disini


Strategi Pemasaran


1.         Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi Pemasaran menurut W. Y. Stanton adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.

2.         Tujuan  Strategi Pemasaran
a.    memaksimalkan konsumsi
b.    memaksimalkan kepuasan pelanggan
c.     memkasimalkan ragam pilihan produk
d.    memkasimlaknal mutu hidup
Selain menetapkan tujuan strategi pemasaran juga diperhatikan beberapa faktor yang yang dapat menyebabkan perubahan strategi pemasaran. Tiga faktor yang menyebabkan perubahan strategi pemasaran.
a.    Daur hidup produk
b.    Posisi persaingan perusahaan di pasar
c.     Situasi ekonomi

3.         Tahapan Dalam Strategi Pemasaran
a.    Segmentasi (segmenting)
Adalah kegiatan membagi atau mengelompokkan pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda berdasarkan kebutuhan, watak dan perilaku pembeli.
Segmentasi pasar yang efektif harus memenuhi persyaratan berikut.
1)         Dapat diukur (measureability), yaitu menunjukkan bahwa daya beli setiap segmen harus dapat diukur dengan tingkat tertentu, walaupun beberapa variabel sullit diukur.
2)         Dapat dicapai (accessibility), yaitu menunjukkan seberapa jauh segmen dapat dijangkau dan dilayani dengan efektif.
3)         Berarti (substantially), suatu kelompok akan pantas disebut segmen apabila cukup besar dan atau cukup menguntungkan.
4)         Layak (feasibility), yaitu menunjukkan seberapa jauh program-program efektif dapat disusun untuk menarik minat segmen.
b.    Target (targeting)
Adalah memeilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki. Target dapat juga dikatakan sebagai cara perusahaan mengoptimalkan suatu pasar. Dalam penentuan target pasar perusahaan harus menggunakan konsep prioritas, variabilitas dan fleksibilitas. Konsep variabilitas digunakan untuk menghadapi situasi persaingan yang sudah semakin meningkat, karena perusahaan tidak bisa memberikan pelayanan yang sama kepada semua orang yang sudah diprioritaskan.
c.     Posisi produk (positioning)
Posisi produk (positioning) diartikan sebagai cara produk didefinisikan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting ( tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen dibandingkan hubungan dengan produk-produk pesaing).
Terdapat beberapa cara yang dilakukan pemasar untuk Posisi produk (positioning)
1)         Penentuan posisi menurut atribut,
2)         Penentuan posisi menurut manfaat
3)         Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan
4)         Penentuan posisi menurut pemakai
5)         Penentuan posisi menurut pesaing
6)         Penentuan posisi menurut kategori produk
7)         Penentuan posisi menurut harga atau kualitas.

4.         Jenis-jenis Strategi Pemasaran
Ada 3 (tiga) jenis Strategi Pemasaran
a.    Strategi Pemasaran yang Tidak Membedakan Pasar (Undifferentiated Marketing)
Pada strategi ini perusahaan menganggap pasar sebagai suatu keseluruhan, sehingga perusahaan hanya memperhatikan kebutuhan konsumen secara umum. Perusahaan hanya menghasilkan dan memsarkan satu macam produk saja dan berusaha menarik semua pelanggan dan calon pelanggan dengan suatu rencana pemasaran saja.
Strategi pemasaran ini bertujuan untuk melakukan penjualan secara massal, sehingga menurunkan biaya.
b.    Strategi Pemasaran yang Membedakan Pasar (Differentiated Marketing)
Pada strategi ini perusahaan atau produsen menghasilkan dan memasarkan produk yang berbeda-beda untuk tiap segnen pasar, sehingga dapat dikatakan perusahaan melayani kebutuhan beberapa kelompok konsumen tertentu dengan jenis tertentu pula. Strategi yang dilakukan perusahaan dengan menawarkan variasi produk dan product mix, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen yang berbeda-beda. Dengan strategi ini perusahaan berharap dapat dicapai tingkat penjualan yang tertinggi dalam masing-masing segmen pasar tersebut.
c.     Strategi Pemasaran yang Terkosentrasi (Concentrated Marketing)
Strategi Pemasaran yang Terkosentrasi merujuk pada strategi perusahaan yang mengkhususkan pemasaran produknya dalam beberapa segmen pasar. Hal tersebut karena pertimbangan keterbatasan sumber daya perusahaan. Dalam menawarkan produknya perusahaan akan memilih segmen pasar tertentu dengan lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen.
Adapun kelemahan strategi pemsaran ini, yaitu perusahaan akan menghadapi risiko yang besar bila hanya tergantung pada satu atau beberapa segmen pasar saja. Hal ini karena kemungkinan terjadinya perubahan selera konsumen, atau peningkatan kemampuan daya saing perusahaan lain.